"Usaha meninggalkan dia itu sama kayak ngerjain skripsi...dikejar target dalam waktu 1 semester untuk mendapatkan jenjang yang lebih baik dan itu sulit..." Ucapku sedikit emosi ke Mya
Apa yang ada dipikiranku tiba-tiba meledak di hadapan mya. Mya yang selama ini mau mendengarkan semua keluh kesahku. Memang aku tersadar bahwa lebih sering merepotkan mya dibanding nyenengin mya..maafkan aku mya sayang..but you are my bestie of my life *peluk Mya*
Mya beberapa kali mengingatkanku untuk membuka hati dan memang saat itu adalah puncak kekesalanku..kenapa sampai sekarang aku belum bisa melupakan dia.
Dika.."Pramandika Ramadan" lelaki dengan pemikiran luar biasa..konseptor handal dan penuh dengan kemandirian..itu yang membuatku sangat mengaguminya..dan rasa kagum itu berubah menjadi cinta.
Cukup lama untuk mengenalnya dan cukup lama juga dia mengenalku. Sekitar hampir 6 bln kita saling mengenal..akhirnya kami pun
Memutuskan bersama. Pemikiran kami yang sama-sama dewasa membuat hubungan kami berorientasi masa depan. Dan 1-2 bln pertama jarak Manado - Malang bukan masalah.. Dika diterima di salah satu perusahan perbankan di Indonesia dan ditempatkan di Manado. Kami memang sudah mempersiapkan betul-betul kemungkinan jarak terjauh yang akan kami jalani. Pada awalnya semua masih indah, hingga pada bulan ke 6 semua itu benar-benar mulai berbalik. Keadaanku dan dia sangat bertolak belakang, Dika sangat sibuk dengan pekerjaan nya yang luar biasa padat hingga weekend pun masih bekerja, dan aku belum mendapatkan pekerjaan, karena aku baru saja menyelesaikan skripsiku.
Aku sangat kesal dengan semua keputusannya dimana mengerti posisinya adalah keharusanku tanpa diimbangi dengan pengertiannya terhadap posisiku. Aku berfiikir mungkin karena aku yang belum beraktifitas membuat aku menjadi mengharapkannya, tapi keadaan itu semakin parah disaat aku sudah bekerja.
Hingga suatu malam aku mulai berdoa dan memohon untuk diberikan sebuah petunjuk. Entah keesokan harinya hati ini merasa tenang dan lega. Aku berusaha untuk berdiri tegak dan berani untuk mengakhiri semua yang sudah kita lewati selama 1 tahun.
Aku mulai melewati hari-hariku bersama Mya, Rindu dan mas Ari. Teman-temanku ehh aku merasa mereka sahabat dan saudara-saudara ku yang berada pada satu pandangan atas arti sebuah cinta. Sampai dengan hari ini aku berusaha untuk tegar dan ikhlas meskipun tidak semudah itu melupakan seseorang yang sudah menjadi teman, saudara, sahabat dan kakak buat ku.
Dika memang sesuatu yang sangat berharga yang sempat berlabuh dihatiku, dan aku benar-benar menyayanginya
Dan buah dari semua doaku aku masih dikelilingi dengan sahabat-sahabat yang sangat mencintaiku..
"sebuah narasi"
"sebuah narasi"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar