Selasa, 19 Juli 2011

Kampung Nelayan

Baiklah..siang hari ini di isi dengan kegiatan rapat di kantor saya tercinta. RPKPP (Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas) tahap II. Rapat ini lagi-lagi dimulai degan kegiatan ala orang Indonesia yang tidak lain tidak bukan yaitu molor..dan engga main-main dong molor sampai sejam.
Kembali ke Rapat hari ini ya.. RPKPP ini sudah memasuki tahap pematangan konsep perencanaan. konsep perencanaan yang menjadi prioritas kawasan permukiman di Kota Pasuruan jatuh pada Kelurahan Panggungrejo dan Ngemplakrejo yang notabene sering menjadi permasalah tentang kawasan permukiman di studi-studi terdahulu. Kedua kelurahan ini berada di jalur utara Kota Pasuruan yang merupakan kawasan permukiman nelayan. Permukiman Nelayan selalu identik dengan kawasan kumuh..mengapa?? budaya masyarakat?
Sebenarnya budaya masyarakat terbentuk berdasarkan tingkat ekonomi masyarakat. Tingkat ekonomi masyarakat di kawasan permukiman nelayan membentuk karakter masyarakat yang cenderung kurang peduli terhadap lingkungannya.Tidak kurang pemerintah mensosialisasikan tentang peningkatan kualitas hidup..tetapi dibutuhkan juga kesadaran dari masyarakat sekitar.
Hanya ingin sedikit mengkompare dengan apa yang sudah saya dapatkan sewaktu skripsi yang mengambil wilayah permukiman di surabaya, fakta yang didapatkan tidak jauh berbeda. Jika dilihat lagi permukiman nelayan yang di berada di perairan dangkal dan perairan dalam atau apalah ya istilahnya, akan berbeda lagi tingkat kekumuhannya..
Permukiman nelayan di perairan dangkal cenderung lebih kumuh dan kotor dibandingakan permukiman nelayan di perairan dalam. Permukiman nelayan di perairah dalam diuntungkan dengan arus air yang besar dan cenderung selalu mengalir, hal ini berbeda dengan perairan dangkal yang kondisi airnya cenderung surut dan tidak mengalir. Hal ini menyebabkan nelayan tidak bisa membuang limbah hasil tangkapan dengan baik, karena limbah hanya tinggal dibuang di laut. Sedangkan kampung nelayan yang berada di perairan dalam jumlah permukimannya pun cenderung lebih sedikit dan limbah langsung terbawa arus. Berdasarkan kencenderungan, kebanyakan nelayan akan membuang limbah hasil tangkapan ke laut, sehingga diperlukan adanya inovasi dalam hal pengelolaan limbah hasil tangkapan laut..
Diharapkan dengan adanya inovasi pengelolaan limbah, lingkungan permukiman nelayan menjadi lebih baik dan lebih bersih, sehingga tidak selalu identik dengan kumuh dan kotor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar